Pages

Tuesday, March 26, 2013

Trans Jakarta

Trans Jakarta merupakan angkutan umum kota Jakarta yang direncanakan terpadu dengan lainnya di masa yang akan mendatang.  Saat ini Trans Jakarta baru terpadu dengan bis lain, Mayasari Bakti, APTB (jurusan Grogol-Cibinong) dan akan bertambah terus seiring dengan perkembangannya.

Tarif atau ongkos Trans Jakarta boleh dibilang relatif murah, hanya Rp 3500 untuk satu kali jalan.  Dikemudian hari, saya berharap Trans Jakarta bisa meniru angkutan umum di negara lain di mana karcis bis bisa digunakan berkali-kali selama jangka waktu tertentu (2 jam) dalam hari yang sama.  Jadi kita bisa turun dari halte dan masuk halte lagi (tanpa bayar) selama masih belum 2 jam dari cetakan waktu pada karcis kita.

Beberapa hal yang perlu diperbaiki Trans Jakarta menurut saya ialah :
1. Jadwal
Trans Jakarta belum memiliki jadwal.  Dikemudian hari Trans Jakarta diharapkan ada jadwal yang pasti sehingga penumpang bisa mengetahui kapan bis ke tujuan tertentu bisa diharapkan datang.  Tentunya ini perlu didukung dengan penambahan bis-bis.

Sekarang ini Trans Jakarta baru bisa menampilkan berapa menit lagi bis akan datang :


2. Gantungan Tangan
Ini agak parah karena tampaknya Trans Jakarta tidak memperhatikan kelayakan gantungan tangan.  Ada yang gantungannya sudah tidak ada, tetapi talinya ada.  Ada yang gantungannya tidak melekat pada besi penyanggah sehingga gantungan bisa bergeser.  Bisa membahayakan karena ketika bis berhenti mendadak, seseorang bisa tertarik ke depan (gerak momentum)

Foto gantungan yang tidak teratur dan sudah tidak melekat lagi pada besi penyanggah :


Foto besi penyanggah yang tidak melekat pada badan bis :



Gantungan yang baik mempunyai jarak yang tertentu satu dengan lainnya dan melekat pada besi penyangah seperti foto di bawah ini :


Sebaiknya pada sambungan bis (untuk bis gandeng), disediakan gantungan yang dirantai dari bis satu dan bis berikutnya sehingga tidak ada masalah bagi penumpang yang berdiri di sana.  Karena selama ini mereka memegang atap harmonika itu.


Seharusnya ada penyanggah gantungan yang menggunakan rantai menghubungan penyanggah bis depan dengan bis belakang sehingga penumpang tetap bisa berdiri dengan aman dan bukan memegang atap harmonika atau bagian bawah harmonika sehingga tidak merusak harmonika tersebut.


3. Halte Bis
Masih banyak yang harus dikerjakan Trans Jakarta untuk halte bis.  Perlu ditata kembali baik untuk ventilasi udara, perlindungan calon penumpang dari terik panas dan air hujan, maupun kejelasan dalam mengantri. Jika perlu untuk antrian dibuat melingkar agar tidak berdesak-desakan dan saling dorong.  Jika mungkin halte bis ditambah air condition dan toilet.

Ventilasi oke, tetapi sinar matahari begitu silau dan panas.  Mungkin baiknya dipasang tempelen (sticker) agar menghalangi masuknya sinar matahari secara berlebih : 


Calon penumpang tidak terlindung dari hujan dan panas karena tudung atas kurang panjang dan lebar :



Yang ini memprihatikan karena jarak lobang bawah cukup besar untuk membuat anak kecil merosot ke bawah.  Foto diambil pada lintasan transit dekat Semanggi.  Ada baiknya dipasang kawat untuk bagian bawahnya sehingga bisa mencegah korban nyawa.  Maklum, lintasan ini berada cukup tinggi di atas jalan raya.


4. Perlu pengawasan berlipat pada bis Trans Jakarta.  Saya sering melihat bis-bis di parkir lama pada halte akhir bis.  Dan beberapa bis malah melintas dengan tanpa mengambil penumpang, padahal penumpang di sana sudah cukup banyak.  Beberapa alasan karena ingin isi BBM.  Nah, ini perlu pengawasan ketat. Seharusnya walaupun untuk isi BBM, bis trans tetap bisa mengambil penumpang dan menurunkannya pada halte yang terdekat dengan tempat isian BBM.  Dan agar bis-bis tidak sembarangan melintas tanpa mengambil penumpang, maka bagi bis yang hendak isi BBM seharusnya memasang petunjuk ISI BBM di depan dan bis tersebut harus disertai supervisor.  Namun sekali lagi, walaupun ingin isi BBM, hendaknya bis tetap mengambil penumpang.  Jangan kami yang menunggu di halte dilewati beberapa bis yang kosong melompong sementara antrian penumpang semakin padat dan panas.  Mohon perhatian dari pengelola Trans Jakarta

Pengawasan juga perlu diadakan dengan menanyakan langsung para awak bis apakah supir bis menjalankan bis dengan baik dan benar atau ugal-ugalan.  Sebaiknya setiap bis dipasangai cctv sehingga bisa diperiksa apabila bis berjalan sesuai dengan aturan keselamatan atau mengabaikan aturan keselamatan.

5. Sterilisasi jalur bis (bus way) untuk koridor tertentu seperti Kota-Blok M yang melintasi jalan Gajah Mada dan jalan Thamrin boleh dikatakan berhasil karena motor/mobil tidak berani masuk ke jalur itu.  Tetapi di koridor lain, terutama di jalan Daan Mogot, boleh dikatakan kurang berhasil atau gagal.  Bayangkan dari terminal Kali Deres ke Indosiar saja, bisa ditempuh 30 menit.  Mengapa? Karena motor dan mobil tidak malu-malu masuk ke jalur bis.  Mohon perhatian pihak terkait.




Lebih ekstrim.  Jalur bis (yang belum dipakai) digunakan untuk lawan arah.  (Daan Mogot Km 18 menuju Kali Deres)


Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi, bis-bis Trans Jakarta semakin baik, halte semakin memanusiakan penumpang, dan pengendara di luar bis Trans bisa mengerti arti keselamatan dan aturan lalu lintas dengan tidak memasuki jalur bis (bus way).





No comments:

Post a Comment