Pages

Monday, March 11, 2013

Old City

Old City merupakan obyek wisata yang bisa kita jual pada masyarakat Eropa di samping tentunya masyarakat kita sendiri.  Sayangnya keadaan Old City ini tidak rapi.  Banyak gedung yang terlihat kumuh, dan kalau pun ada yang bagus, didandani dengan merek2 dagang sehingga tidak lagi terlihat sebagai Old City. 


DSC_1270
Saran saya untuk Old City ini ialah :
1.  Agar gedung2 itu dipugar dan ditata ulang.  Air condition, merek dagang, semua harus dihilangkan dari depan.  Pasang di bagian dalam (jika itu toko atau resto).  AC disembunyikan di tempat yang tidak terlihat dari luar.


2. Agar para pedagang ditertibkan.  Dibuatkan tenda2 khusus dan tentunya ada pemasukan buat pemda.  Yang nampak sekarang tidak teratur dan tampak liar.  Ada penarikan dari petugas setempat tetapi saya tidak tahu apakah disetorkan ke pemda atau tidak.


DSC_1283
3.  Toilet, ini merupakan masalah klasik Indonesia.  Di mana2 saya keliling dunia, toilet kita jauh lebih buruk.  Tidak terawat, kotor, bau, sudah begitu harus bayar lagi.  Padahal di luar negeri (tempat wisata ya!) semua gratis dan wangi pula.

4. Sebaiknya ada tour yang dikelola oleh BUMD DKI yang khusus mengunjungi Old City dan China Town.  Mengapa harus ada khusus?  Karena untuk mengurangi kemacetan.  Jadi tour-tour lain diwajibkan bergabung ke BUMD ini.  Atau jika ini dapat menimbulkan monopoli, maka sebaiknya di jadwal saja.  Jadi tidak boleh tour dari suatu agen perjalanan masuk terus menerus.  Perlu kerja sama untuk memajukan pariwisata Jakarta dan karenanya agen perjalanan pun harus kerja sama sehingga semua tarif sama dan jika agen A sudah masuk hari Senin, maka agen B masuk hari Selasa.  Ada pun peserta agen A bisa dikirim ke agen B sehingga bis-bis wisata terkendali dan dapat mengurangi macetnya lalu lintas disamping timbulnya kerja sama yang baik dari agen perjalanan.
DSC_1321

5.  Ada gedung dekat kantor pos, yang sudah hampir hancur (tinggal tembok luarnya saja).  Saya kira jika gedung ini dipugar dan bisa dimanfaatkan, akan banyak mengundang turis untuk datang.  Jika perlu gedung ini nantinya untuk pameran tentang DKI Jakarta.  Dari sejarah, kebudayaan, dan kerajinan.  Karena itu ada beberapa lantai, maka alangkah baiknya di lantai tertentu ada gedung pertunjukan yang memberi pertunjukan hidup dari kelompok2 seni budaya Jakarta.  Dan lagi ini harus diatur agar semua kelompok seni di Jakarta bisa kebagian tampil di sana dan mendapatkan bayaran.  (Penonton yang bayar dong!).  Jadi selain bisa mempertahankan budaya Jakarta, juga peluang kerja buat seniman terbuka.

6. Lalu lintas sekitar Old City memang harus dibenahi.  Jangan tolerir lagi angkot yang mangkal, motor yang melawan arus, penyeberang yang menyeberang tidak pada tempatnya.  Pak ogah harus diusir dari tempat mangkalnya karena lebih banyak mengganggu dibanding membantu.  Lalu lintas di Old City sebenarnya mudah diatur asal peraturan dengan tegas dilaksanakan.
DSC_1297
7. Untuk kebersihan, mohon agar dipasang tempat2 sampah yang tertutup dan pada jarak2 tertentu sehingga orang yang tertib buang sampah pada tempatnya (seperti keluarga saya, he3), bisa membuang sampah dengan benar.  Dan terapkan denda bagi yang buang sampah sembarangan di Old City.   Adakan petugas langsung yang akan menegur dan menindak jika setelah ditegur (dicatat dan ditandatangani orang itu) melakukan pelanggaran yang sama.


Sumber : Email ke Bpk Basuki – 12 Des 2012

No comments:

Post a Comment